Iklan

Iklan

Js Terkini

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Asrizal Wahdan Wilsa
10 September 2021, 20:26 WIB Last Updated 2021-10-01T16:04:37Z

 Keanekaragaman Hayati di Indonesia

A.  Pengertian Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) merupakan keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.

B.  Tingkat Keanekaragaman Hayati

1.    Keanekaragaman Gen

Gen adalah substansi kimia sebagai faktor penentu sifat keturunan. Gen terdapat di dalam lokus kromosom.Keanekaragaman Tingkat Gen merupakan variasi yang terdapat dalam satu spesies baik dalam satu populasi ataupun di antara banyak populasi atau variasi gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup. Contohnya: Bunga Mawar Merah (Rosa Hiproida atau Rosa sp.), Bunga Mawar putih (Rosa sericea Lindl.)dan Bunga Mawar Kuning. Contoh lainnya: Pada Manusia adalah variasi bentuk hidung, warna kulit, golongan darah dan bentuk rambut pada manusia. Pada Hewan Misalnya: Variasi Bentuk Pial Ayam yaitu Gerigi, biji, bilah dan sumpel. Variasi jenis anjing: anjing bulldog, doberman, Collie, herder, anjing kampung, dan sebagainya.

Gambar 1. Bunga Mawar


Gambar 2. Bentuk Pial Ayam

Gambar 3. Macam – macam Anjing

Tingkat Keanekaragaman Gen ternyata tidak terdapat pada gen saja, melainkan ada juiga faktor lain yang berperan memengaruhi keanekaragaman gen ini, yaitu Lingkungan. Sifat yang muncul pada individu merupakan interaksi antara gen dengan lingkungan.

2.    Keanekaragaman Tingkat Jenis (Spesies)

Keanekaragaman tingkat spesies adalah variasi antarspesies di dalam ekosistem.Variasi antarspesies, misalnya dalam satu genus, famili atau tingkatan taksonomi lebih tinggi lainnya mudah diamati dari pada variasi dalam satu spesies. Contohnya: Keanekaragaman Tingkat Jenis dalam satu genus Panthera yaitu Harimau (Panthera tigris) dan macam tutul (Panthera pardus). Kedua jenis tersebut memiliki ukuran, bentuk tubuh, warna bulu, tipe loreng dan lingkungan hidup yang berbeda. Contoh lainnya: keluarga kacang –kacangan, ada kacang kapri (Pisum sativum L.),  kacang kedelai (Glycine max (L.) Merr.), kacang tanah (Arachis hypogeae L.) dan sebagainya.

Gambar 4. Keanekaragaman jenis pada genus Panthera

Gambar 5. Keanekaragaman jenis pada tumbuhan kelompok Palmae

3.    Keanekaragaman tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen abiotik yang beragam menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda – beda. Akibatnya akan terbentuk keanekaragaman ekosistem.Keanekaragaman tingkat Ekosistem merupakan variasi beragam Ekosistem di lapisan Biosfer.Variasi tersebut terjadi karena komponen biotik dan kondisi abiotik setiap ekosistem berbeda. Misalnnya: Posisi Geografi dan Iklim berpengaruh terhadap Biodiversitas pada suatu daerah. Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adala Hutan Hujan Tropis, hutan Gurun, Ekosistem Laut.

Gambar 6. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem

Jenis organisme yang menyusun setiap ekosistem berbeda- beda. Ekosistem hutan hujan tropis.Misalnya: diisi pohon- pohon tinggi berkanopi, rotan, Anggrek (Orchidaceae), Paku- Pakuan, Burung, Harimau (Panthera tigris), Monyet (Macaca fascicularis), Orang Utan (Mawas Pongo pygmaeus), Kambing hutan, Ular (Aerochordus granulatus), Rusa (Cervus timorensis), Babi (Artamus leucorynchus) dan Berbagai Jenis Serangga.


Pada ekosistem sungai terdapat ikan, kepiting, udang, ular dan ganggang air tawar. Keanekaragaman ekosistem di suatu wilayah ditentukan oleh berbagai faktor antara lain posisi tempat berdasarkan garis lintang, ketinggian tempat, iklim, cahaya matahari, kelembapan, suhu dan kondisi tanah.

C.  Sebaran Keanekaragaman Hayati di Permukaan Bumi

Setiap organisme tinggal dan beradaptasi di habitat yang sesuai dengan karakteristik hidupnya. Di bumi, terdapat beraneka ragam ekosistem yang memiliki karakteristik yang beda- beda. Beranekaragamannya ekosistem merupakan salah satu faktor yang sangat memengaruhi pola sebaran makhluk hidup.

1.    Wilayah Sebaran Makhluk hidup

Wilayah sebaran makhluk hidup disebut Biogeografi.Wilayah sebaran mahkluk hidup dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan jenis makhluk hidupnya yaitu zoogeografi dan fitogeografi.Zoogeografi adalah peta wilayah persebaran untuk hewan, sedangkan fitogeografi adalah peta wilayah persebaran untuk tumbuhan.

a)    Zoogeografi

Pada tahun 1876, seorang ilmuwan inggris bernama Alfred Russel Wallace melakukan penelitian tentang sebaran hewan di permukaan bumi.Berdasarkan penlitiannya, setiap wilayah memiliki hewan dengan kekhasan tersendiri sesuai dengan letak geografisnya. Wallace membagi wilayah persebaran hewan di permukaan bumi menjadi 6 wilayah utama yaitu Oriental, Paleartik, Ethiopia, Neartik, Neotropik dan Australasia.

Gambar 7. Wilayah Wallace

Gambar 8. Pembagian Wilayah Wallace

b)   Zona Oriental

Zona ini secara esensial membentuk wilayah Asia dengan kepulauan- kepulauan yang berdekatan, seperti India, Srilanka, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Kepulauan Formosa dan Filiphina. Contoh hewan yang hidup di daerah oriental antara lain harimau, gajah, orangutan, badak bercula satu dan dua, antilop dan tapir. Zona ini mempunyai barier berupa samudra atau gurun pasir.

c)    Zona Paleartik

Zona ini meliputi hampir seluruh Eurasia, Himalaya, Persia, Afganistan, Afrika, Inggris dan Jepang.Zona ini merupakan wilayah yang memiliki perbedaan dan perubahan suhu yang tinggi serta perbedaan curah hujan dan keanekaraman yang tinggi.Contoh hewan yang hidup di wilayah ini seperti landak, bison, kucing kutub, beruang dan menjangan.

d)   Zona Ethiopia

Zona ini meliputi Afrika di sebelah Selatan Sahara, Madagaskar dan Arab.Contoh hewan yang hidup di wilayah Ethiopia yaitu Jerapah, Zebra, Unta, Badak Afrika, Primata seperti Lemur, Gorila dan Simpanse.

e)    Zona Neartik

Zona ini meliputi Amerika Utara dan Seluruh daerah Greenland. Kondisi fisik lingkungan bersalju, hutan gugur, padang rumput atau hutan konifer. Hewan yang hidup di zona ini ada kesamaan dengan wilayah Paleartik, contohnya : Kalkun, Salamander, bison, dan Caribou.

f)    Zona Neotropik

Zona ini meliputi meksiko bagian selatan hingga Amerika bagian tengah dan Amerika selatan.Kondisi lingkungan sebagian besar beriklim tropis dan sebagian beriklim subtropis. Hewan yang hidup di wilayah tersebut antara lain Armadilo, Giant anteaater dan Ungulata (Hewan berkuku) seperti menjangan, babi, antilop dan kuda.

g)   Zona Autralasia

Zona ini meliputi Autralia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau di  sekitarnya. Kondisi lingkungan di wilayah ini sebagian besar beriklim tropis dan sebagia lagi subtropis. Beberapa hewan yang hidup di zona ini antara lain kangguru, koala, burung kasuari dan cendrawasih.

h)   Fitogeografi

Persebaran tumbuhan di permukaan bumi sangat dipengaruhi oleh iklim, seperti temperatur, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya.Selain itu, persebaran tumbuhan dipengaruhi pula oleh kondisi tanah dan letak geografisnya.

2.    Faktor yang memengaruhi sebaran makhluk hidup

a)    Faktor Geografi

Faktor geografi ini sangat memengaruhi sebaran makhluk hidup. Suatu organisme akan terhambat persebarannya karena terhalang oleh bebrapa faktor geografis seperti terhalang laut atau gunung yang tinggi. Kondisi tersebut menyulitkan suatu organisme untuk berpindah karena tidak bisa melampaui halangan tersebut.

b)   Faktor Reproduksi

Faktor lain yang dapat terhambat persebaran suatu organisme adalah faktor reproduksi. Faktor ini menyebabkan tidak terjadinya perkawinan interspesies. Hal ini dapat terajdi karena beberapa faktor antara lain :

c)    Faktor Prezigotik

yaitu hambatan saat dan sebelum perkawinan atau fertilisasi. Contohnya : pada pohon jenis Platanus occidentalis di bagian timur amerika dan Platanus orientalis di bagian timur laut tengah. Kedua spesies ini sebenarnya dapat disilangkan dan menghasilkan hibrid  yang fertil, namun karena keduanya hidup di dua tempat yang berjauhan, maka fertilisasi kedua spesies tersebut tidak mungkin terjadi.

d)   Faktor Post Zigotik

yaitu hambatan yang terjadi setelah terjadi fertilisasi atau saat perkembangan menuju dewasa. Contohnya : beberapa spesies katak dalam genus Rana bisa hidup pada habitat yang sama dan kadang terjadi fertilisasi. Akan tetapi, keturunan yang dihasilkan umumnya tidak berkembang kemudian mengalami kematian.

e)    Faktor Endemisme

Faktor endemisme dapat menyebabkan kekhasan suatu organisme yang dipengaruhi oleh kekhasan habitatnya sehingga organisme tersebut hanya terdapat pada habitat tertentu saja.

D.  Keanekaragaman Hayati Indonesia

Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan Autralia.

1.    Persebaran Fauna (Hewan) di Indonesia

Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber.Kedua garis khayal ini menyebabkan terjadinya perbedaan persebaran hewan di Indonesia.

Gambar 9. Persebaran Hewan di Garis Wallace dan Garis Weber

a.    Daerah sebelah barat garis Wallace

Wilayah Indonesia termasuk ke dalam daerah di sebelah barat Garis Wallace meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.Di daerah ini ditemukan berbagai jenis fauna oriental.Jenis–jenis fauna tersebut adalah Gajah (Elephas maximus), Tapir (Acrocodia indica), Badak Bercula Satu (Rhinoceros sundaicus), Harimau Sumatera (Panthera tigris-sumatranus), Orang Utan (Mawas Pongo pygmaeus) dan Beruang Madu (Helarctos malayanus).Tipe fauna Oriental dicirikan dengan hewan menyusui yang berukuran besar, berbagai macam Kera dan Ikan Air Tawar.

Gambar 10. Jenis Fauna di bagian Barat Indonesia

b.   Daerah sebelah Timur Garis Wallace

Wilayah Indonesia yang ada di sebelah timur Garis Wallace memiliki berbagai jenis fauna Autralian yaitu berbagai jenis burung dengan warna bulu yang mencolok. Misalnya: Kasuari (Casuarius casuarius), Cenderawasih, Kakaktua (Cacatua galerita), Nuri (Tanygnathus sumatranus)dan Parkit. Jenis fauna lainnya yaitu Komodo (Varanus komodoensis), Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)dan Kuskus (Phalanger spp.).

Gambar 11. Jenis Fauna di bagian Timur Indonesia

c.    Daerah Peralihan (wilayah Wallacea)

Daerah peeralihan adalah daerah di antara dua garis Wallace dan Weber.Disebut juga wilayah Wallacea.Semakin ke timur dari garis Wallace, jumlah fauna Oriental semakin berkurang.Sebaliknya semakin ke barat dari garis Weber fauna Australian semakin berkurang.Sementara itu hewan- hewan oriental. Misalnya: Burung Hantu (Otus migicus beccarii), Bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan Babi (Artamus leucorynchus) melintasi Garis Wallace sampai ke Sulawesi. Hewan Australian yang lainnya.Misalnya : Anoa (Anoa depressicornis), Maleo (Macrocephalon maleo).

Gambar 11. Jenis Fauna Bagian Daerah Peralihan

2.    Persebaran Tumbuhan (Flora) di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di dunia dalam hal tumbuh- tumbuhan. Daerah di Indonesia yang memiliki jenis Tumbuhan terkaya adalah hutan hujan primer dataran rendah kalimantan dengan 34% dari 100.000 jenis tumbuhan berbiji endemik.

Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini. Indonesia memiliki 2 di antara lima bioma di dunia yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma savana. Bioma hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi.Di dalama bioma tersebut terdapat 10% jenis tumbuhan yang ada di dunia.

Tumbuhan khas Malesiana yang terkenal adalah Raflesia arnoldi (Bunga Raflesia).Tumbuhan ini merupakan tumbuhan parasit yang hidup melekat pada akar atau batang tumbuhan pemanjat Tetrasigma.Penyebaran Raflesia meliputi Sumatera (Aceh dan Bengkulu), Malaysia, Kalimantan dan Jawa.

Selain itu, terdapat juga Amorphophallus titanum yang sering disebut Bunga Bangkai.Amorphophallus merupakan flora khas Indonesia yang terdapat di Sumatera. Keanekaragaman tumbuhan lainnya yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan antara lain tumbuhan berbuah seperti Durian (Durio Zibethinus), Rambutan (Nephellium lappacium), Kedondong (Spondias dulcis), Salak (Salacca edulis), dan masih banyak buah- buahan khas tropis lainnya.

Gambar 12. Bunga Raflesia


Komentar

Tampilkan

Terkini