Iklan

Iklan

Js Terkini

Keunikan Hutan Hujan Tropis

Asrizal Wahdan Wilsa
10 September 2021, 20:33 WIB Last Updated 2021-10-01T16:04:37Z

 Keunikan Hutan Hujan Tropis

Sebagian besar hutan alam di Indonesia termasuk dalam hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, atau hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim yang lembap dan curah hujan yang tinggi.

Hutan hujan tropis di satu sisi merupakan bagian dari keanekaragaman ekosistem dunia.  Di sisi yang lain, hutan hujan merupakan rumah bagi keanekaragaman spesies flora dan fauna yang paling kaya di dunia.  Untuk itu, keanekaragaman hayati dimaknai secara lebih luas, bukan hanya spesies tetapi mencakup genetik dan ekosistem.

Bahkan, keanekaragaman budaya dan manusia juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam keanekaragaman hayati.  Sebagian besar keanekaragaman hayati Indonesia berpusat di hutan hujan tropis.

Indonesia memiliki tutupan hutan hujan  tropis terluas ketiga di dunia, setelah Brazil dan Congo.  Meski demikian, Indonesia lebih memiliki keunikan ekosistem karena kondisi wilayahnya sebagai negara kepulauan.  Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau dengan garis pantai terpanjang nomor empat di dunia sejauh 95.181 km (KKP 2009).

Letak Indonesia di antara benua Asia dan Australia semakin membuat lengkap keunikan keanekaragaman hayati di dalamnya. Karakteristik flora dan fauna wilayah Asia, flora fauna Australia, dan peralihan dari keduanya dapat ditemukan di Indonesia.  Ekosistem hutan mulai dari pantai sampai dengan puncak pegunungan bersalju abadi juga dapat ditemukan di Indonesia.

Indonesia adalah satu-satunya negara tropis di wilayah di Asia Tenggara yang memiliki tutupan salju. Indonesia juga terletak di antara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Keunikan Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis ini memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Jasa ekosistem hutan tropis meliputi manfaat ekonomi, sosial-budaya, dan ekologi. Jasa ekosistem tersebut memberikan nilai secara langsung maupun tidak langsung.  Hutan Indonesia merupakan modal pembangunan bangsa sebagai penghasil berbagai produk seperti kayu, hasil hutan bukan kayu, buah, obat-obatan, dan bahan pangan lainnya. Keberadaan hutan hujan juga memperlihatkan hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakatnya, khususnya masyarakat adat yang hidup di dalam dan di sekitar hutan.

Hutan hujan Indonesia menjadi rumah bagi ribuan jenis keanekaragaman spesies.  Maka tidak salah apabila Indonesia disebut sebagai Megabiodiversity Country. Daratan Indonesia hanya mencakup 1,3% daratan bumi, tetapi Indonesia memiliki 10 % tumbuhan dunia, 12 % mamalia, 16% reptil dan amfibi, 17 % burung (Collin et al. 1991).

Angka-angka yang menunjukan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia juga bermacam-macam.  Indonesia, misalnya memiliki lebih dari 38.000 spesies tumbuhan, 55% di antaranya tumbuhan endemik.  Spesies palem juga paling banyak ditemukan di Indonesia dengan 477 spesies, dimana 225 spesies diantaranya merupakan spesies endemik (BAPPENAS 2003).

Ekosistem hutan tropis memberikan jasa lingkungan yang penting  sebagai pengatur iklim dan konservasi tanah dan air.  Ekosistem hutan tropis juga berperan penting bagi penyimpan karbon, baik pada level regional maupun global (Laurance 1999).  Hutan tropis memiliki  nilai estetika yang berpotensi sebagai pengembangan penelitian dan wisata.

Jika dikelola dengan baik, di masa yang akan datang Indonesia memegang peranan penting sebagai negara penyedia keanekaragaman hayati untuk mendukung perkembangan energi terbarukan, bahan obat-obatan, dan sumber pangan.  Hutan hujan Indonesia juga dapat menjadi bagian dari solusi penanganan perubahan iklim.



1. Ciri-ciri Hutan Hujan Tropis

Ciri-ciri dan kekhasan hutan hujan tropis diantaranya sebagai berikut:

  • Curah hujan yang terjadi di hutan ini cukup besar dengan intensitas yang deras setiap tahunnya.
  • Hutan hujan tropis berada di kawasan tropis yang mendapatkan sinar matahari yang cukup banyak dengan curah hujan yang tinggi.
  • Memiliki keanekaragaman hayati baik berupa hewan maupun tumbuhan yang sangat banyak. Bahkan dapat dikatakan jenis keanekaragaman makhluk hidup di hutan hujan tropis ini sangat banyak dan sangat beraneka ragam.
  • Hutan ini memiliki kanopi yaitu penutup di bagian atas hutan ini yang terbuat dari penumpukan ranting dan dahan pohon-pohon yang saling menyilang sehingga berbentuk seperti tudung.
  • Ada banyak habitat hewan seperti jenis katak, burung, kadal, kucing dan monyet hidup di kanopi hutan ini.
  • Tanah dibawah kanopi yang berada di hutan ini umumnya gelap, lembap dan basah. Namun, permukaan tanah tersebut menjadi tempat pembusukan yang sangat baik sehingga nutrisi dan unsur hara di hutan ini selalu tersedia dengan baik. Karena itulah, tumbuhan dan pepohonan di hutan ini dapat tumbuh dengan subur dan rindang.
  • Iklim yang terdapat pada hutan ini basah dengan curah hujan yang merata. Terdapat bermacam-macam jenis tanah di dalam hutan ini.
  • Mayoritas tumbuhan yang bisa ditemukan di hutan ini adalah tumbuhan berbatang kurus yang tidak memiliki banyak cabang dan berkulit tipis, serta pepohonan berkayu dengan ketinggian di atas rata-rata pohon yang tumbuh di hutan-hutan selain hutan hujan tropis. Tumbuhan yang terdapat dihutan ini kebanyakan adalah pohon-pohon yang dapat diambil getahnya sepanjang tahun.

2. Fungsi Hutan HujanTropis

Hutan hujan merupakan surga bagi tumbuhan dan binatang liar, sekaligus menjadi tempat berlindung bagi satwa yang terancam punah. Beberapa hewan liar hanya bisa bertahan hidup di hutan hujan memiliki banyak manfaat. Diantaranya adalah mencegah erosi, mencegah kekeringan dan menyediakan sumber air, melindungi dari terpaan angin kencang atau mengurangi resiko terjangan badai, menghasilkan kayu hasil hutan, menjaga keseimbangan iklim dan sebagainya.

Hutan hujan menyerap CO2 (karbon dioksida) yang ada di atmosfer dan mengeluarkannya sebagai O2 (oksigen) untuk dihirup mansuia dan hewan. Tanah pertanian di sekitar hutan hujan senantiasa subur. Selain karena menghasilkan humus, hutan hujan menjaga iklim dari perubahan suhu udara yang signifikan. Jika di daerah yang tidak memiliki hutan hujan, maka perubahan cuaca akan terasa menyengat sehingga tanaman tidak bisa sesubur di hutan hujan. Hewan-hewan tidak bisa bereproduksi dengan baik seperti di hutan hujan. Di negara-negara yang beriklim selain tropis, perubahan iklim yang mendadak bisa menyebabkan kematian pada banyak spesies.



Komentar

Tampilkan

Terkini