Iklan

Iklan

Js Terkini

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Asrizal Wahdan Wilsa
10 September 2021, 21:14 WIB Last Updated 2021-10-01T16:04:37Z

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebakan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Beberapa penyakit infeksi yang paling berbahaya di Indonesia yang disbebakan oleh virus anatara lain antrax, diare, demam berdarah, demam chikungunya, flu burung, hepatitis, leptospirosis, polio, SARS, dan rabies. Hal utama yang harus diketahui dalam upaya pencegahan infeksi virus adalah mengetahui cara penularan penyakit tersebut. Beberapa penyakt ada yang ditularkan melalui kontak langsung dengan orang atau darah dan cairan tubuh orang yang terkena infeksi melalui alat seperti jarum suntik bersama transfusi darah, alat kedokteran, melalui udara, dan ada pula yang ditularkan melalui vektor atau perantara hewan (Manickam, 2013, hlm 67). 

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Penyakit infeksi sebenarnya lebih mudah dicegah bila kita disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan. Beberapa tips untuk mencegah terkena penyakit infeksi (Manickam, 2013, hlm. 68), antara lain;

a) Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak, misalnya Coronavirus (covid-19), flu, cacar air, atau lainnya, gunakan masker dan pastikan tidak memakai barang pribadi milik penderita penyakit yang terkontaminasi virus.

b) Cucilah tangan sebelum, selama dan sesudah melakukan segala aktivitas.

c) Memutus siklus hidup nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 4 M (Menguras, Menutup, Mengubur, dan Menggunakan anti nyamuk).

d) Hindari kontak dengan binatang yang mungkin membawa penyakit berbahaya.

e) Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan.

f) Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E.

g) Pastikan sudah mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan.

h) Jika berobat kedokter bahkan harus dirawat pastikan jarum suntik, alat infus atau alat kedokteran lainnya dalam keadaan baru dan steril.

i) Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Tindakan atau upaya yang paling efektif untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus adalah vaksinasi. Vaksinasi atau yang biasa disebut imunisasi bertujuan mencegah seseorang khususnya anak-anak tidak menderita penyakit tertentu, terutama penyakit yang disebabkan oleh virus.

Manfaat vaksin yang paling mendasar adalah sebagai upaya mencegah penyakit menular. Hal ini karena vaksin dapat memberikan tubuh Anda pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Sebagaimana diketahui Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan kuman penyebab infeksi. Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau melalui uap (aerosol).

Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin yang penting bagi tubuh: 1) Mencegah penyebaran penyakit. Tidak hanya melindungi tubuh dari serangan penyakit serius, pemberian vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. 2) Melindungi dari risiko kematian atau cacat. Pemberian vaksin terbukti dapat menurunkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan. Misalnya, pemberian vaksin cacar pada anak-anak dapat membantu mencegah mereka terjangkit cacar di kemudian hari. Pemberian vaksin campak dan rubela yang dapat membantu menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu hamil kepada janin dalam kandungan maupun kepada bayi yang baru lahir.

Berikut ini beberapa jenis vaksin atau imunisasi mampu memberi perlindungan terhadap penyakit tertentu sesuai jenis vaksinnya, antara lain:

  • Vaksin Covid untuk mencegah virus Coronavirus (covid-19). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 telah menetapkan vaksin Corona yang beredar di Indonesia. Jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia yaitu vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.
  • Vaksin hepatitis B untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati serta menyebabkan kanker hati.
  • Vaksin hepatitis A untuk mencegah radang hati karena virus hepatitis A.
  • Vaksin polio untuk mencegah serangan virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan.
  • Vaksin DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis dapat menyebabkan infeksi saluran napas berat, sedangkan kuman tetanus bisa mengeluarkan racun yang menyerang saraf pada otot, sehingga otot menjadi kaku.
  • Vaksin campak untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare, atau gangguan otak.
  • Vaksin Hib dan pneumokokus (PCV) dapat mencegah infeksi saluran napas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis).
  • Vaksin influenza untuk mencegah influenza berat.
  • Vaksin tifoid dapat mencegah penyakit demam tifoid berat.
  • Vaksin MR dapat mencegah penyakit morbili (campak) dan rubela (campak Jerman).
  • Vaksin cacar air (varisela) untuk mencegah penyakit cacar air.
Komentar

Tampilkan

Terkini