Iklan

Iklan

Js Terkini

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Asrizal Wahdan Wilsa
10 September 2021, 20:45 WIB Last Updated 2021-10-01T16:04:37Z

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan mahkluk hidup yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu.
Taksonomi : ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan / klasifikasi makhluk hidup

Tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah :
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki 
  • Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain
  • Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama 
Manfaat Klasifikasi bagi manusia, antara lain : 
  • Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam 
  • Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup 
  • Klasifikasi memudahkan komunikasi

A.    Sejarah sistem klasifikasi

  • Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata. 
  • John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies. 
  • Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur. Karena itu Carolus linneaus dikenal sebagaibapak Taksonomi dunia
  • R.H Whittaker pada tahun 1969 mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom / kerajaan, yaitu : Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.

B.     Macam-Macam Klasifikasi

1.      Sistem klasifikasi alami
Merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaaan ciri morfologi yang dimiliki. Pengamatan dilakukan menggunakan mata telanjang dengan mengamati bentuk luar tubuh suatu makhluk hidup, antara lain warna, ukuran tubuh, tinggi/pendek, bentuk daun, bentuk paruh, bentuk kaki dan bentuk batang.
Penganut sistem ini adalah Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles seorang ahli filsafat Yunani yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jumlah kotiledon, ada tidaknya mahkota bunga, dan letak bakal buah. Selain beliau, Theophrastus (370-285 SM) yang disebut Bapak Botani dengan karyanya berjudul “History of Plants” yang berisi pembagian dunia tumbuhan menjadi empat kelompok, antara lain:
·         Pohon: tumbuhan yang memiliki batang berkayu, misalnya pohon mangga dan pohon jeruk.
·         Semak/Perdu: tumbuhan berkayu, memiliki banyak ranting dan bercabang pendek, misalnya tanaman pagar atau teh-tehan.
·         Setengah Semak/Setengah Perdu: tumbuhan berbatang rendah dengan percabangan banyak dan mudah patah, misalnya tanaman cabai dan tanaman melati.
·         Herba/Terna: tanaman yang memiliki batang berair atau berbatang lunak, misalnya tanaman bayam, kangkung atau sawi.
Kelebihan sistem ini ialah identifikasi yang mudah. Pengelompokan makhluk hidup yang kurang dikenal masih mungkin dilakukan dalam sistem klasifikasi ini. Sistem ini juga relatif lebih stabil karena tidak akan berubah oleh perubahan perkembangan pengetahuan.

2.      Sistem klasifikasi buatan
Sistem klasifikasi buatan (artifisial) adalah pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan atas adanya beberapa persamaan ciri morfologi, alat reproduksi, lingkungan tempat tumbuh, dan daerah penyebarannya tanpa memperhatikan kesamaan struktur yang mungkin memperlihatkan hubungan kekerabatan. Misalnya kupu-kupu dan kelelawar merupakan satu kelompok karena keduanya dapat terbang. Penganut sistem klasifikasi ini adalah John Ray (1627-1705), seorang naturalis Inggris yang menuangkan pendapatnya dalam “Historia Plantarum”, berisi 1800 jenis tumbuhan yang menggunakan ciri bunga, batang dan akarnya. Klasifikasi ini kurang teratur dan tidak disertai dengan tata nama.
Kelebihan sistem ini adalah semua orang dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup dengan menentukan sendiri aturan yang digunakan. Dengan demikian, dasar yang digunakan untuk pengelompokan antar orang yang berbeda akan berbeda pula.

3.      Sistem klasifikasi filogenik
Pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson (kelompok). Charles Robert Darwin (1859) dalam bukunya “ On the Origin of Species by Means of Natural Selection” mengkaitkan antara klasifikasi dan evolusi. Dasar pemikiran Darwin adalah setiap makhluk hidup mengalami perubahan sehingga sifat/cirinya berbeda dengan sifat/ciri nenek moyangnya.
Kelebihan sistem klasifikasi ini adalah dapat diketahui adanya hubungan filogenik antar makhluk hidup yang berada dalam satu kelompok. Selain itu, banyak informasi yang dapat diperoleh, misalnya anggota kelompok dapat ditambah dengan mudah dan kebanyakan makhluk hidup dalam kelompok memiliki ciri dasar yang diturunkan.

C.    Tingkatan Takson
Tingkatan-tingkatan pengelompokan itu disebut takson, ilmunya Taksonomi.
Semakin tinggi tingkat taksonnya :
  • Anggotanya semakin banyak 
  • Tingkat persamaannya semakin kecil 
  • Detil pengelompokkannya semakin sederhana 
  • Perbedaannya semakin banyak karena tuntutan kesamaannya sedikit 
  • Tingkat kekerabatannya semakin jauh 
Sebaliknya tingkat takson semakin rendah sifat-sifatnya kebalikan dari yang disebutkan di atas.
Tingkatan Takson :

1.      Dunia/Kerajaan /kingdom
Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

2.      Divisio/keluarga besar (untuk hewan) atau Filum  (untuk tumbuhan)
Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota. 

3.      Kelas (classic)
Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau division.

4.      Ordo(Bangsa)
Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales. 

5.      Suku 
Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama famili tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea. Dalam penyebutan indonesia nama suku selalu diulang penyebutannya : kacang-kacangan , angrek-anggrekan , jahe-jahean.

6.      Genus/Marga
Genus adalah takson yang lebih rendah dariada famili. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya. 

7.      Spesies/Jenis 
Species adalah takson yang terendah. Spesies adalah suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur) aturan penulisannya disebut binomial nomenklatur.

D.    Tata Nama
·         Dalam pemberian tata nama makhluk hidup kita mengenal nama daerah (anjing, dog) dan nama ilmiah (ex:canine)
·         Nama Daerah hanya dapat dimengerti oleh penduduk di daerah itu
·         Setiap organisme hanya memiliki satu nama yang sah

E.     Tata Pemberian Nama Jenis berdasarkan sistem Binomial Nomenklatur
Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenklatur. Metode binominal nomenklatur artinya tata nama ganda. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species) 
Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :
  1. Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk spesies (epitheton specificum) 
  2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf kapital, sedangkan huruf pertama penunjuk spesies/jenis digunakan huruf kecil
  3. Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan 
  4. Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya) 
  5. Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung. 
  6. Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, kata ke tiga tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species 
  7. Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.

F.     Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa dan Family
Nama Kelas adalah nama genus+nae.
Contoh: Equisetum + nae, kelas Equisetinae 
 
Nama Ordo (bangsa) adalah nama genus + ales
Contoh : Zingiber + ales Ordo Zingiberales 
 
Nama Famili adalah nama genus + aceae
Contoh : Canna + aceae Famili Canaceae

Berikut ini adalah contoh klasifikasi pada tumbuhan
dan hewan
berbentuk tabel.

Tumbuhan
Takson
Hewan
Plantae
Kingdom
Animalia
Spermatophyta
Phylum/Division
Chordata
Angiospermae
Sub Phylum/Sub Division
Vertebrata
Dicotyledoneae
Classis
Mammalia
Rutales
Ordo
Theria
Rutaceae
Familia
Marsupialia
Citrus
Genus
Marcapus
C.macrocarpa
(J. keprok)
Species
M. kangaroo
(Kangguru
)


CONTOH KLASIFIKASI TUMBUHAN

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Classis : Dicotyledoneae (berkeping biji dua / dikotil)
  • Ordo : Gentianales
  • Family : Apocynaceae
  • Genus : Adenium
  • Species : Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult )
  • Daerah : kembang kamboja ( Sembojo jawa)
CONTOH KLASIFIKASI HEWAN
  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Mammalia
  • Ordo : Perissodactyla
  • Famili : Rhinocerotidae
  • Genus : Rhinoceros (semua jenis badak)
  • Spesies : Rhinoceros sondaicus 
  • Daerah: Banteng

Komentar

Tampilkan

Terkini