Iklan

Iklan

Js Terkini

Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi dan Contoh Hewan Invertebrata

Asrizal Wahdan Wilsa
19 Oktober 2021, 23:14 WIB Last Updated 2021-10-19T16:23:53Z
Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi dan Contoh Hewan Invertebrata
Sesuai dengan perkembangan zaman dan era globalisasi, biologi pun semakin berkembang. Cakupan wilayahnya semakin lama semakin luas. Keragaman pemahaman dan penelitian yang dihasilkan, memang telah memberi ruang lebar bagi munculnya keinginan di kalangan masyarakat untuk mengetahui segala hal mengenai keanekaragaman hewan yang dipelajari dalam ilmu Zoologi, yakni ilmu yang mempelajari tentang hewan.
 
Hewan atau disebut juga dengan binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaaan animalia yang memiliki kesamaan ciri yaitu organisme eukariot multiseluler yang tidak memiliki dinding sel dan klorofil sehingga akan memperoleh makanan dari organisme lain. Umumnya hewan dapat bergerak untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya.
 
Selain memiliki persamaan ciri umum, hewan juga memiliki banyak perbedaan yang menunjukkan keanekaragamannya. Perbedaan cirri pada hewan tampak dari struktur tubuhnya.
 
Dunia hewan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bertulang belakang (Vertebrata) dan hewan tak bertulang belakang (Avertebrata / Invertebrata). Kelompok hewan Invertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.
 
Invertebrata adalah organisme yang paling berlimpah di bumi. Mereka menempati hampir semua habitat, mereka dapat ditemukan merayap, terbang, berenang atau mengambang. Invertebrata tidak memiliki kerangka internal yang terbuat dari tulang. Hewan ini datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dan memberikan layanan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup kita serta memainkan peran penting dalam ekosistem bumi.
 
Invertebrata adalah hewan yang memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan vertebrata, juga memiliki sistem pencernaan, pernapasan dan peredaran darah lebih sederhana dibandingkan hewan vertebrata. Hewan ini dikelompokkan menjadi 8 kelompok (filum) yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyhelminthes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing berbuku-buku (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan berkulit duri (Echinodermata) dan hewan dengan kaki beruas-ruas (Arthropoda). 
 

Pengertian Hewan Invertebrata

Invertebrata (Avertebrata) adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Dan memiliki struktur morfologi, sistem pernapasan, sistem pencernaan, serta sistem peredaran darah yang lebih sederhana dibandingkan dengan hewan Vertebrata. Mereka merupakan organisme yang paling berlimpah di bumi. Mereka menempati hampir semua habitat, mereka dapat ditemukan merayap, terbang, berenang atau mengambang. Hewan ini tidak memiliki kerangka internal yang terbuat dari tulang. Invertebrata memainkan peran penting dalam ekosistem bumi.
 
Istilah Invertebrata adalah bentuk awal ‘Vertebra’ yang berasal dari kata Latin. ‘Vertebra’ pada umumnya berarti sendi, arti khususnya adalah ‘sendi tulang belakang dari kata ‘Vertebrata’. Kata ini ditambah dengan awalan “in” berarti tidak atau tanpa, yang mengandung arti ‘mereka yang bukan ‘vertebra’.

Invertebrata adalah kelompok hewan yang paling beragam yang memiliki sekitar 12 juta spesies hidup. Sebagian besar hewan di bumi adalah Invertebrata. Mereka adalah hewan berdarah dingin yakni suhu tubuh mereka tergantung pada suhu atmosfer.
 

Ciri-Ciri Hewan Invertebrata

 
Karakteristik umum dari hewan Invertebrata adalah sebagai berikut:
  1. Ciri utama yang memisahkan invertebrata dari organisme lain adalah tidak adanya tulang belakang dan tulang punggung.
  2. Mereka adalah organisme multiseluler, mereka tidak memiliki dinding sel
  3. Mereka tidak memiliki tulang endoskeleton keras.
  4. Karena kurangnya sistem tulang yang kompleks, beberapa invertebrata cenderung lambat dan berukuran kecil di alam.
  5. Invertebrata tinggal di seluruh dunia dalam berbagai habitat.
  6. Tubuh dibagi menjadi tiga bagian, kepala, dada dan perut.
  7. Mereka tidak mempunyai paru-paru untuk respirasi. Respirasi melalui kulit.
  8. Beberapa kelompok invertebrata memiliki eksoskeleton keras dari kitin.
  9. Kebanyakan dari mereka bereproduksi secara seksual oleh gamet jantan dan betina. ( Generatif dan Vegetatif).
  10. Beberapa invertebrata seperti spons yang menetap, tetapi sebagian besar organisme adalah motil.
  11. Kebanyakan invertebrata diatur dengan organisasi tubuh simetri.
  12. Mereka tidak dapat membuat makanan sendiri (Heterotof)

 

Struktur Hewan Invertebrata

 

Struktur morfologi ( bentuk luar dari organisme) invertebrata

 
Ditinjau dari jumlah lapisan tubuh, dinding tubuh hewan ini dapat terdiri atas 2 lapisan yaitu ektoderm dan endoderm (diploblastik) dan dapat terdiri atas 3 lapisan yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm (tripoblastik).
 
Menurut kesimetrian tubuh, hewan invertebrata memiliki kesimetrian berbeda-beda. Simetri radial adalah tipe simetri dimana tubuh secara mendasar membentuk silindris dan bagian-bagian tubuh secara radial mengelilingi satu sumbu tunggal, yang mengarah ke kedua ujung. Simetri bilateral adalah tipe simetri tubuh yang jika dibagi dua menurut antero-posterior akan menghasilkan paruhan yang sama seperti suatu benda dengan banyangannya dicermin.
 
Dari segi pembentukan anus dan mulut, hewan invertebrata memiliki proses pembentukan mulut dan anus yang berbeda pada saat perkembangan embrio, terutama pada saat tahap gastrula. Jika lebih dahulu pembentukan mulut daripada anus maka disebut “prostostomia” dan kelompok hewannya disebut Protostomata. Jika yang terjadi sebaliknya maka disebut “Deuterostomia” dan kelompok hewannya disebut Deuterostomata.
 
Menurut kondisi rongga tubuh, hewan invertebrata ada yang tidak memiliki rongga tubuh disebut Aselomata. Hewan yang memiliki rongga tubuh semu, yaitu rongga tubuh belum dilengkapi dengan peritonieum (mesoderm) disebut Pseudoselomata. Hewan yang telah memiliki rongga tubuh yang sempurna, yaitu telah memiliki peritonium dibagian luar dan dalam untuk melindungi saluran pencernaan disebut Peritoneum Visceralis atau Selomata.
 

Proses Fisiologi Hewan Invertebrata

Fisiologi hewan adalah ilmu yang membahas dan mengkaji mengenai mekanisme kerja fungsi kehidupan dan segala sesuatu yang dilakukan hewan dengan berbagai gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem hidup.
 
Proses fisiologi hewan invertebrata, meliputi :
a. Sistem pencernaan
Invertebrata memiliki salah satu dari dua jenis sistem pencernaan: sistem pencernaan yang tidak lengkap atau lengkap. Sistem pencernaan yang tidak lengkap terdiri dari rongga pencernaan dengan satu lubang. Pembukaan tunggal berfungsi baik sebagai mulut dan anus. Sistem pencernaan yang lengkap terdiri dari saluran pencernaan dengan dua bukaan. Satu pembukaan mulut. Yang lainnya adalah anus.
 
b. Sistem pernapasan
Inventebrata ada yang belum memiliki sistem pernapasan khusus, seperti porifera dan sebagian cacing. Umumnya hewan-hewan tersebut melakukan pernapasan langsung, yaitu secara difusi melalui permukaan tubuhnya. Namun pada hewan-hewan yang lebih tinggi seperti mollusca dan arthropoda sudah memiliki sistem pernapasan khusus walaupun masih sederhana.
 
c. Sistem peredaran darah
Bagi hewan invertebrata tingkat rendah, peredaran zat-zat di seluruh tubuhnya melalui proses difusi, osmosis dan transpor aktif. Sistem sirkulasi hanya berlangsung di dalam sel atau antar sel saja, tidak ada sistem sirkulasi yang khusus.

d. Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan vertebrata.
Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna. Pada umumnya invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan lainnya. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran malphigi, nefridium dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata.
 
e. Sistem saraf
Sistem saraf memungkinkan Invertebrata untuk merasakan dan merespon lingkungan mereka. Yang paling sederhana sistem saraf invertebrata hanya jaringan saraf yang bisa merasakan sentuhan, yang disebut jaring saraf. Kebanyakan invertebrata memiliki sistem saraf yang lebih kompleks. Sistem saraf ini mungkin termasuk otak dan beberapa organ indera yang berbeda. 

f. Sistem reproduksi
Kebanyakan invertebrata bereproduksi secara seksual. Dewasa diploid menghasilkan gamet haploid (sperma dan telur). Pada beberapa spesies, individu yang sama menghasilkan baik sperma dan telur. Dalam spesies Invertebrata lain, sperma dan telur yang diproduksi oleh jantan dan individu betina terpisah. Pembuahan terjadi ketika sperma dan telur menyatu untuk membentuk zigot diploid. Zigot berkembang menjadi embrio dan akhirnya menjadi organisme dewasa baru. Dalam perjalanan, ia mungkin melalui satu atau lebih tahap larva. Sebuah larva (jamak, larvae) adalah tahap binatang remaja, atau dewasa. Hal ini umumnya cukup berbeda dalam bentuk dan fungsi dari bentuk dewasa dari spesies.
Beberapa invertebrata juga dapat bereproduksi secara aseksual. Reproduksi ini dapat terjadi dengan fisi atau tunas. Fisi terjadi ketika binatang hanya terbagi menjadi dua bagian. Setiap bagian kemudian menumbuhkan kembali bagian yang hilang. Hasilnya adalah dua organisme keseluruhan.

g. Sistem gerak
Semua invertebrata dapat bergerak sendiri selama beberapa tahap siklus hidup mereka. Namun, Invertebrata mungkin berbeda dalam cara mereka bergerak. Ada beberapa invertebrata hanya terbawa oleh arus air. Invertebrata ini tidak bisa mengendalikan gerakan mereka dalam arah tertentu. Contohnya adalah ubur-ubur. invertebrata lain dapat mengkontraksi otot untuk bergerak secara independen dari arus air atau pada permukaan padat. Invertebrata ini juga dapat mengontrol arah di mana mereka bergerak. Contohnya adalah cacing gelang. Cacing gelang ini dapat bergerak maju dan ke kiri atau kanan. Dan ada invertebrata lainnya yang memiliki pelengkap khusus untuk gerakan. Sebagai contoh, mereka mungkin telah memiliki kaki bersendi untuk berjalan atau mendaki atau sayap untuk terbang. Contohnya adalah serangga seperti lalat.
 

Pengelompokkan Hewan Invertebrata

 
Invertebrata memiliki beberapa filum, sebagai berikut :
 

a. Porifera (hewan berpori)

Hidup di air, seluruh permukaan tubuh berpori-pori, mempunyai rangka dari zat tanduk, zat spons yang sering digunakan untuk alat gosok pada waktu mandi. Warna tubuhnya bermacam-macam, ada yang berwarna kelabu kusam, merah menyala, biru, hitam, putih kusam, jingga, violet, kuning dan hijau. Porifera berkembang biak secara aseksual melalui pembentukan kuncup, dan berkembang biak secara seksual dengan membentuk zigot.
Contoh: Spongilla, Euspongia, Poterion, Scypha
 

b. Coelenterata (hewan berongga)

Hidup di air, tubuhnya berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa.
pada permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat, dan sebagai alat peraba, mempunyai dua bentuk tubuh yaitu polip menempel pada tempat hidup dan medusa seperti payung bergerak aktif melayang-layang di air. Coelenterate berkembang biak secara aseksual melalui perbentukan tunas atau kuncup, dan berkembang biak secara seksual melalui peleburan ovum dan sperma untuk membentuk zigot.
Contoh ; Ubur-ubur, bunga karang, obelia, hydra, anemone laut.
 

c. Platyhelminthes (cacing pipih)

Hanya memiliki satu lubang yaitu mulut untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan sisa makanan.
Dibagi menjadi 3 kelas:

1. Kelas Turbelaria (cacing getar)

Hidup di air tawar yang belum tercemar dan biasa ditemukan dibalik bebatuan dan dedaunan di dalam air.
Contoh : Planaria
 

2. Kelas Trematoda (cacing hisap)

Bersifat parasit terhadap hewan vertebrata. Bentuk tubuhnya seperti daun dan dilengkapi dengan alat pengisap dibagian mulut.
Contoh : cacing hati (Fasciola hepatica)
 

3. Kelas Cestoda (cacing pita)

Bersifat parasit, bentuk tubuhnya seperti pita dan beruas.
Contoh : cacing pita sapid an cacing pita babi.
 

d. Nemathelminthes (cacing gilig)

Tubuhnya bulat panjang, tidak bersegmen-segmen, memiliki mulut dan anus, berkembang biak dengan kawin.
Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing perut), cacing kremi , cacing tambang.
 

e. Annelida ( cacing berbuku-buku)

Tubuh beruas-ruas, tersusun seperti cincin, memiliki mulut dan anus, antara kulit badan dan dinding terdapat rongga badan.
Contoh : Kelas Chaetopoda (cacing berambut) yaitu wawo dan palolo
Kelas Hirudinae (cacing penghisap darah) yaitu lintah.

f. Mollusca (hewan lunak)

Bertubuh lunak banyak mengandung lendir dan terbungkus oleh mantel. Ada yang memiliki cangkang terbuat dari zat kapur yang berfungsi untuk melindungi tubuh. Habitatnya di darat dan air. Sudah memiliki sistem pencernaan, ekskresi, peredaran darah dan sistem saraf.
 
Dibagi menjadi 5 kelas:

1. Amphineura

Tubuh pipih, tidak ditemukan bagian kepala , memiliki punggung yang dilindungi cangkang.
Contoh : Chyton
 

2. Gastropoda

Bergerak menggunakan perut,tubuh memiliki cangkang yang melintir, kepala dibagian depan, pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat bintik mata dan tentakel pendek berfungsi sebagai indera pembau dan peraba. Bersifat hermafrodit, perkawinan silang. Pembuahan terjadi ditubuh betina.
Contoh : Achatina fulica (bekicot), Lymnea (siput sawah)
 

3. Cephalopoda

Cephalopoda menggunakan kepala sebagai alat gerak, memiliki tentakel pada kepala, terdapat sepasang mata yang tidak berkelopak. Didekat kepala terdapat corong (sifon) yang dapat menyemprotkan air. Pada bagian perut terdapat kantung tinta.
Contoh : Cumi-cumi
 

4. Pelecypoda

hewan ini memiliki dua cangkang yang setangkup. Kedua cangkang diikat oleh jaringan ikat yang berfungsi sebagai engsel. Cangkang tersusun atas periostrakum, dan nakreas.
Contoh: tiram, kerang raksasa, kerang mutiara.
 

5. Scaphopoda

Memiliki cangkok berbentuk silinder dan kedua ujung terbuka.
kaki muncul dari ujung cangkang yang berfungsi untuk menggali pasir. Hidup dilaut, terpendam dipasir atau lumpur.
Contoh : Dentalium vulgare

 

g. Arthropoda (hewan berbuku-buku)

Tubuhnya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut.
Memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan panas, bau-bauan, mata majemuk yaitu terdiri atas beribu-ribu mata kecil yang berbentuk segi enam disebut mata faset.
 
Dibagi menjadi 4 kelas:

1. Insecta (serangga)

Tubuh terdiri atas tigs bagian yaitu kepala, dada dan perut.
Susunan saraf terdiri atas simpul-simpul yang saling berhubungan. Pernapasan menggunakan trakea. Mengalami metamorfosis sempurna dan tidak sempurna, peredaran darah terbuka dan pencernaan makanan dari mulut sampai anus.
Contoh: belalang, lebah, kumbang
 

2. Crustaceae (udang-udangan)

Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu dan perut, pada kepala terdapat dua pasang antena panjang dan pendek, mempunyai kaki 5 pasang.
Contoh : udang, kepiting
3. Arachnoidea (laba-laba)
Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu dan perut, pada kepala terdapat 4 pasang kaki, alat pernapasan paru-paru buku yaitu berlapis-lapis, mempunyai sepasang mata besar dan beberapa mata kecil.
Contoh : laba-laba, kalajengking, kutu
 

4. Myriapoda (lipan)

Tubuh terdiri atas kepala dan perut yang beruas-ruas, tiap ruas mempunyai satu pasang kaki, bernapas dengan trakea.
Contoh : kelabang, kaki seribu.

h. Echinodermata (hewan berkulit duri)

Tubuh diselimuti kulit duri, terdapat lempeng dari zat kapur, memiliki alat gerak kaki ambulakral yang merupakan tabung yang dilengkapi dengan alat pengisap dan digunakan untuk melekat didasar air. Sistem saraf tersebar diseluruh tubuh, alat pencernaan dari mulut, usus dan anus, perkembang biakkan secara kawin.
Contoh :
  • Kelas Asternoida (bintang laut)
  • Kelas Echinoidea (landak laut)
  • Kelas Ophiuroidea (Bintang ular)
  • Kelas Crinoidea (Lilia laut)
  • Kelas Holothuroidea (Teripang)
 

Penutup

Hewan merupakan kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia. Hewan invertebrata yaitu hewan yang tidak bertulang belakang serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana dibandingkan hewan vertebrata dan hewan ini dikelompokkan ke dalam filum-filum yaitu porifera, coelenterate, platyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, antrhopoda, dan echinodermata yang memiliki beberapa kelas di dalamnya. Dan tiap kelas memiliki ciri dan klasifikasi masing-masing.
 
 
Referensi
  • Kusnadi dan Didik Priyandoko. 2007. Biologi SMA dan MA Kelas X . Jakarta : Piranti Darma Kalokatama.
  • Teguh Sugiyarto dan Eny Ismawati. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  • Wahono Widodo, dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTS Kelas VII. Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Komentar

Tampilkan

Terkini