Iklan

Iklan

Js Terkini

Kelainan, Penyakit, dan Gangguan pada Tulang

Asrizal Wahdan Wilsa
08 Desember 2021, 21:35 WIB Last Updated 2021-12-08T14:35:21Z
Kelainan, Penyakit, dan Gangguan pada Tulang

Macam-macam Kelainan pada Organ Gerak Pasif (Tulang)

1. Fraktura/Patah Tulang

Kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh.

Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).

Osteoporosis

Kelainan pada tulang yang disebabkan karena adanya pengeroposan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan kalsium secara normal.

 

Fisura/Retak Tulang

Kelainan tulang yang menimbulkan keretakan pada tulang akibat kecelakaan.

 

Lordosis

Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung pada daerah lumbalis. Hal ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.

Skoliosis

Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung ke arah sampng. Hal ini akan menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf “S”.

Kifosis

Kelainan tulang karena sikap duduk membungkuk sehingga tulang belakang membengkok ke belakang. 

Cara menjaga organ gerak dalam tubuh

Semua organ dalam tubuh kita, termasuk organ gerak harus terus kita jaga. Kita harus selalu memerhatikan setiap gerakan yang kita lakukan. Setiap gerakan harus kita lakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya gangguan dan kelainan pada organ gerak kita, khususnya tulang.

Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat.

Berbagai posisi tubuh yang tidak tepat dapat mengakibatkan otot-otot tertentu bekerja secara berlebih.

Tulang punggung merupakan bagian tubuh yang memiliki peranan besar dalam menjaga kestabilan tubuh. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian aktivitas sehari-hari kita dilakukan dengan posisi duduk,

sehingga sangatlah penting untuk mengetahui posisi duduk yang benar untuk menjaga kesehatan tulang punggung kita.

Posisi dan sikap duduk yang benar itu adalah posisi dan sikap duduk yang ergonomis. Pada saat duduk, usahakan posisi kepala berada segaris dengan tubuh dan menghadap ke depan. Bahu rileks dengan lengan berada pada kedua sisi tubuh. Siku menempel pada tubuh dan menekuk membentuk sudut 90-120 derajat.

Punggung harus ditopang secara penuh dengan penopang pada saat tegak, atau sedikit bersandar. Posisi paha dan panggul ditopang

oleh dudukan kursi dan sejajar dengan lantai. Sedangkan lutut setinggivpanggul, membentuk sudut 90 derajat.

 

Tidak boleh duduk dengan jangka waktu yang lama.

Oleh karena itu seringlah beranjak atau sekedar mengubah posisi. Jika diperlukan, lakukan gerakan peregangan, agar otot-otot kembali lemas dan tidak terjadi kekakuan.

 

Pada saat duduk jika ingin mengambil sesuatu yang berada di belakang, jangan sampai memuntir punggung.

Sebaiknya putarlah keseluruhan tubuh sebagai satu kesatuan.

 

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga dapat menjaga kesehatan tulang.

Meskipun kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda, namun paling tidak kita harus minum minimal 6 gelas sehari. Hal ini berfungsi untuk menjaga kelembaban otot dan tulang sehingga dapat dengan rileks melakukan fungsinya.

 

Pilihlah meja dan kursi yang tepat.

Dengan demikian akan terhindar dari timbulnya rasa nyeri dan pegal setelah duduk.

Sistem organ gerak manusia juga bisa mengalami gangguan atau kelainan. Faktor-faktor penyebab gangguan atau kelainan, antara lain disebabkan oleh kebiasaan yang salah, pola hidup yang salah, atau bisa pula karena pembawaan sejak lahir. 

 

Cara mencegah terjadinya kelainan pada organ gerak:

  1. Untuk menghindari kelainan kaki X yang merupakan bawaan sejak lahir, ibu hamil dianjurkan untuk memperbanyak mengonsumsi sayuran dan minum susu berkalsium.
  2. Agar terhindar dari arthritis sebaiknya selalu menjaga metabolisme asam urat dalam tubuh dengan membatasi makanan yang dapat memicu meningkatnya asam urat.
  3. Agar terhindar dari kelainan lordosis, kifosis, dan skoliosis sebaiknya melakukan olahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan sikap tubuh yang salah, misalnya dengan menerapkan posisi duduk yang benar, menyangga tulang belakang dalam keadaan lurus saat tidur.
  4. Agar terhindar dari osteoporosis dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium dan diimbangi dengan olahraga yang teratur.
  5. Agar terhindar dari rakhitis dianjurkan untuk banyak mengonsumsi telur, susu, dan minyak ikan serta berjemur di pagi hari.

Menjaga kesehatan organ tubuh, termasuk organ gerak sebenarnya dapat dilakukan sejak kecil. Bahkan, dapat dilakukan ketika masih dalam kandungan, yakni melalui penerapan gaya, pola hidup, serta pola makan yang sehat.

Ada baiknya penerapan pola hidup sehat itu diterapkan sejak kecil, sehingga akan menjadi kebiasaan saat anak sudah beranjak remaja dan dewasa. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh, lingkungan, dan makanan, melakukan olahraga teratur, serta penerapan disiplin latihan. Dengan demikian niscaya kesehatan akan selalu terjaga hingga tua.

image : tenderness
Komentar

Tampilkan

Terkini