Iklan

Iklan

Js Terkini

Mekanisme Kerja Otot (Otot Jantung dan Otot Polos)

Asrizal Wahdan Wilsa
08 Desember 2021, 21:50 WIB Last Updated 2021-12-08T14:50:45Z
Mekanisme Kerja Otot (Otot Jantung dan Otot Polos)


Kita menggunakan otot untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dari mulai bernapas, sirkulasi darah sampai menggerakkan tangan. Jaringan otot jantung dan otot polos bekerja diluar kesadaran, sedangkan jaringan otot rangka/lurik bekerja dibawah kesadaran.





Otot lurik terdiri atas beberapa berkas serat otot. Berkas serat otot terdiri atas serat-serat otot. Serat otot adalah sel silindris memanjang yang mengandung beberapa nukleus.





Otot akan berkontraksi atau berrelaksasi ketika menerima rangsangan dari sistem saraf. Neuromuscular junction adalah tempat dalam tubuh tempat akson dari saraf motorik bertemu dengan otot dalam upaya transmisi sinyal dari otak yang memerintahkan otot untuk berkontraksi atau berrelaksasi.





Serat otot terdiri atas banyak miofibril. Miofibril terdiri atas unit fungsional dasar otot lurik yang disebut sarkomer. Sarkomer terdiri atas filamen protein tipis dan filamen protein tebal yang memberikan tampilan lurik pada otot lurik. Filamen tebal terdiri dari ratusan molekul protein miosin. Filamen tipis terdiri atas protein aktin. Otot berkontraksi ketika kedua filamen tersebut saling bergeser satu sama lain.





Pada waktu kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Menggunakan energi dari energi transfer nukleotida adenosine triphosphate(ATP), molekul miosin membentuk dan melepaskan ikatan dengan molekul filamen aktin, secara efektif menarik filamen aktin ke zona H. 


Kontraksi dimulai ketika ATP dihidrolisis menjadi ADP dan fosfat anorganik. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan aktin, mendorongnya ke zona H. Ketika peristiwa ini terjadi ADP dan fosfat anorganik terlepas. Miosin terus menempel pada aktin sampai mengikat molekul ATP baru.
 

Pada saat ATP dihidrolisis miosin dapat bertemu lagi dengan aktin pada tropomiosin (sebuah protein aktin pengikat yang mengatur kontraksi otot). Proses kontraksi otot dapat berlangsung selama ada ATP dan ion Ca. Pada saat impuls berhenti, maka ion Ca akan kembali ke rektikulum sarkoplasmik dan troponin (protein kompleks yang melekat pada tropomiosin) akan kembali ke kondisi semula dan menutupi daerah tropomiosin sehingga menyebabkan otot berelaksasi.


Energi mekanisme gerak otot


Sumber energi utama untuk gerakan (kontraksi) otot yaitu adenosine triphospate (ATP). ATP dihasilkan dari proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat dan lemak.

Sumber energi lainnya pada otot, yaitu fosfokreatin. Fosfokreatin ini adalah suatu bentuk persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat pada otot dalam konsentrasi yang tinggi. Fosfokreatin tidak dapat digunakan secara langsung sebagai sumber energi, tetapi dapat memberikan energinya kepada ADP.

Sumber lain untuk menghasilkan energi, yaitu dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa (proses glikolisis). Proses glikolisis terjadi di sitoplasma sel otot (sarkoplasma) yang membutuhkan enzim-enzim sebagai katalisator reaksi. Proses ini terjadi cepat namun hasil ATP-nya sedikit.


Gerak pada otot

a) Antagonis

Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. Jika otot pertama berkontraksi dan yang kedua berrelaksasi, akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat. Sebaliknya, jika otot pertama berrelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan menyebabkan tulang kembali ke posisi semula.


Otot ini memiliki beberapa macam gerak:

  1. Ekstensi (meluruskan) dan fleksi (membengkokkan). Contoh: otot trisep dan otot bisep
  2. Abduksi (Menjauhi badan) dan adduksi (mendekati badan). Contoh: gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
  3. Depresi (Ke bawah) dan elevasi (Ke atas). Contoh: gerak kepala menunduk dan menengadah.
  4. Suprinasi (menengadah) dan pronasi (menelungkup). Contoh: gerak telapak tangan menengadah dan menelungkup.


b) Protagonis

Otot protagonist adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama-sama dengan tujuan yang sama. Jadi, otot-otot itu berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
Contoh: Otot-otot antar tulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas. 


Otot protagonist juga adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah.
Contoh: Pronator teres dan pronator kuadratus (Otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup)

Komentar

Tampilkan

Terkini