Iklan

Iklan

Js Terkini

Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan

Asrizal Wahdan Wilsa
05 Desember 2021, 19:57 WIB Last Updated 2021-12-05T12:57:32Z

Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan
Struktur dan Fungsi Organ Tumbuhan


Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa jaringan tumbuhan. Berdasarkan fungsinnya, organ pada tumbuhan dibedakan menjadi organ sebagai alat hara (orgnna nutritiaum), dan organ reproduksi (organa reproductikum). Alat hara meliputi akar, batang dan daun, ada juga bagian lain yang berupa modifikasi seperti umbi merupakan modifikasi dari akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun, sedangkan organ reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga.

 

1. Akar

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada dikotil dan gimnospermae, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang yang memiliki satu akar pokok yang besar, pada monokotil akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran relatif sama atau serupa rambut sehingga membentuk akar serabut. Fungsi akar : Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah. Alat untuk menyerap air dan garam-garam mineral terlarut Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.

Anatomi akar:

Pada akar muda bila dilakukan pemotongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam yaitu:

  • Epidermis
  • Korteks
  • Endodermis
  • Silinder pusat/stele.

 

Berdasarkan terbentuknya, akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif.

 

Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel, sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang.

 

Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar, mulai dari yang paling ujung adalah ujung akar,ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra). Kemudian dari ujung akar kearah atas terdapat zona pembelahan sel,pada daerah ini terdapat meristem apikal dan turunannya disebut meristem primer menuju ke atas zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. Pada zona pemanjangan sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula, pemanjangan sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) ke depan. Semakin keatas, zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan.pada zona pematangan sel-sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan diferensiasinya.

 

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra. Yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

 

a. Epidermis

Susunan sel-selnya tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antarsel. Berdinding tipis dan memanjang, sejajar sumbu akar. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin yang menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.epidermis akar biasanya satu lapis. Permukaan sel epidermis sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar yang merupakan modifikasi dari sel epidermis akar.

 

b. Korteks

Korteks sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim, letaknya langsung di bawah epidermis, korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relative renggang atau tidak tersusun rapat dan sedikit jaringan penyokongnya sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin atau lignin.

 

c. Endodermis

Sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk silinder dan memisahkan korteks dengan stele, lapisan ini disebut endodermis. Sel-sel endodermis membentuk pita kaspari, yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Akibat adanya penebalan ini, larutan tidak bisa menembusnya. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tidak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silider pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

 

d. Silinder pusat/stele

Silinder pusat tersusun atas berkas pengangkut. Bagian ini dipisahkan dari korteks oleh endodermis, silinder pusat sebagai bagian terdalam dari akar, terdiri dari berbagai macam jaringan yaitu : Perisikel/perikambium.

1. Perisikel

tersusun atas sel-sel parenkim berdinding tipis dan mempunyai potensi meristematik sehingga disebut perikambium. Peranan perisikel terutama sebagai awal terbentuknya cabang akar tempat terjadinya Kambium Vaskuler, Kambium gabus dan berperan dalam proses penebalan akar. Sebelah dalam perisikel terdapat berkas pengangkut xilem dan floem. Xilem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian tengah silinder pusat, tersusun seperti bentuk bintang, sedangkan pada tumbuhan monokotil, xilem dan floem letaknya berselang seling.

 

2. Berkas pembuluh angkut/vasis.

Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jarum jari-jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. 

 

3. Empulur.

Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

 

2. Batang

Pada tumbuhan dikotil, berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. Pada tumbuhan dikotil ini, xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di antara floem dan xilem terdapat kambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil.


Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder.

 

Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil, yaitu:

1. kambium pembuluh (vascular cambium) yang menghasilkan xylem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar.

2. kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung kloroplas.


Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arah radial. Pada tumbuhan dikotil, jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus yang membentuk lingkaran tahun.

 

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

a) Batang Dikotil

Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

1. Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

2. Korteks

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

3. Endodermis

Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae

4. Stele/ Silinder Pusat

Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

 

Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

b) Batang Monokotil

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

3. Daun

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun, tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk transpirasi(penguapan air) dan respirasi( pernapasan).

Struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan, struktur daun dilihat dari bentuk tulang daun, helai daun, tepi daun,ujung daun, pangkal daun dan permukaan daun.

 

Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun, maka kita akan jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut, daun tersusun atas jaringan epidermis, jaringan parenkim/mesofil, dan jaringan pengangkut.

a. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar lapisan epidermis dilapisi lapisan kutikula. Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan memiliki struktur khusus sebagai adaptasi untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Yaitu adanya stoma dalam jumlah yang banyak disebut stomata, stomata tersusun atas sel penutup dan sel tetangga yang banyak mengadung kloroplas.

Adanya stomata memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara sel-sel fotosintetik di bagian dalam daun dengan udara di sekitarnya, atau tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan keluar tubuh tumbuhan. Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air.

 

b. Parenkim/mesofil

Bagian tengah dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan mesofil daun, parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel yaitu palisade parenkim(jaringan pagar/tiang) dan spons parenkim (parenkim bunga karang), kedua jaringan mengandung kloroplas.

Jaringan pagar sel-selnya rapat sedangkan jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang antar sel, kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplasnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang. Parenkim palisade terdiri atas sel-sel bulat pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung.

c. Jaringan Pembuluh/Jaringan Pengangkut

Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun, tulang daun berisi pembuluh angkut xylem dan floem. Berkas pengangkut pada daun berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis pada daun.

 

4. Bunga

Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan, organ ini bukanlah organ pokok dan merupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang dan daun yang bentuk, susunan, dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Jika kita memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga, bagian ini merupakan modifikasi dari batang, sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. Sebagian masih tetap bersifat seperti daun, sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan dalam proses reproduksi.

Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat daun. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga mekar. 

Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika dibandingkan dengan kelopak bunga. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik serangga dan agen penyerbukan yang lain.

Benang sari merupakan bagian yang berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga, benang sari terdiri atas kepala sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu tangkai yang disebut filamen (tangkai sari).

Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Pada putik terdapat kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat menempelnya serbuk sari. Selain itu, putik memiliki saluran yang disebut tangkai putik. Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal buah tempat sel telur (gametofit betina).

Komentar

Tampilkan

Terkini